Tuesday, June 30, 2015



Mahakarya Perkotaan Indonesia


Apa yang membuat Indonesia unik? Jika soal warisan budayanya, saya yakin dunia sudah tahu betapa kayanya Indonesia. Kekayaannya tidak terbatas pada maritim dan agraris saja. Saat pedesaan sudah diakui atas kekentalan gotong royong, kebaikan penduduknya serta uniknya kehidupan di sana, bagaimana dengan perkotaan? Mungkin pertanyaan pertama di atas perlu direvisi. Apa yang membuat rakyat perkotaan Indonesia unik?
Pluralitas terlihat jelas di antara gedung-gedung menjulang tinggi tersebut. Sebagai bagian dari jantung Indonesia, daerah perkotaan justru kadang terlupakan saat menyebut keunikan Indonesia.
Tidak perlu seperti mencari jarum di kumpulan jerami untuk menemukan keunikan Indonesia di perkotaan. Memang nampaknya keramaian menyembunyikan potensi tersebut, namun jika dilihat secara kehidupan sehari-hari banyak yang dapat kebaikan yang tersirat di hiruk pikuk kota. Mari melihat murninya Indonesia dari sudut pandang perkotaan

  1. Pagi hari bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang





Daerah perkotaan identik dengan keramaian. Tidak seperti daerah pedesaan yang masih banyak lahan kosong, menetap di kota berarti sudah masuk ke dalam pluralitasnya. Setiap hari kita akan bertemu dengan berbagai macam orang, bahkan pada pagi hari kita bisa mendengar logat-logat yang berbeda dan bertegur sapa dengan mereka.








  1. Nama khas sebagai ciri khas

Nama adalah pertanda dan setiap kata di dalamnya adalah doa. Mendengar satu kata saja kita sudah bisa memperkirakan asal pemilik nama tersebut. Ketut, Lumbatoruan, Tuharea, Hurek, dan masih banyak nama khas daerah-daerah di Indonesia yang lain. Di kota, ada kalanya nama menjadi pengerat tali silaturahmi saat bertemu dengan saudara senasib. Dari hal sesederhana itu seseorang dapat menghargai pribadi orang lain.




  1. Kemandirian rakyat Indonesia dalam menghafal rute-rute angkutan kota


Kepadatan kota menjadi alasan beberapa orang untuk menggunakan angkutan kota sebagai alat transportasi. Maka secara tidak langsung mereka harus menyesuaikan waktu serta menghafal rute masing-masing angkutan kota agar sampai ke tempat tujuan yang diharapkan.



  1. Mengucap salam dengan berjabat tangan


            Jabat tangan adalah simbol kekerabatan yang sangat kental di Indonesia. Selain sebagai ucapan salam, jabat tangan dapat diartikan sebagai tanda penghormatan atau terima kasih. Di Indonesia berjabat tangan mempunyai etika tersendiri. Contohnya seseorang ‘mencium’ tangan orang yang lebih tua atau orang yang dihormatinya. Tradisi sungkem adalah salah satu tradisi khas Jawa yang menjunjung tinggi makna berjabat tangan.










  1. Daerah perkotaan identik dengan bangunan-bangunan menjulang tinggi sebagai tempat berbagai orang mencari rejeki.

Dari situ terdapat banyak penghormatan akan berbagai perbedaan. Perbedaan pendapat, agama, dan latar belakang sudah menjadi hal yang biasa di Indonesia. Karena itu rakyat Indonesia kental akan budaya mufakatnya dan sudah terbiasa untuk menerima perbedaan tersebut. Toleransi sangat dipegang erat oleh rakyat







  1. Musik daerah yang muncul di jalanan perkotaan


Suatu tradisi atau budaya terbukti menjadi kebanggaan jika pemiliknya saling bekerja sama untuk melestarikannya bahkan mengembangkannya menjadi lebih baik. Perkotaan Indonesia tidak serta merta tengelam ke dalam globalisasi, namun ada beberapa yang setia mengingatkan penduduknya akan merdunya musik khas Indonesia. Walaupun tidak dipertunjukkan secara megah, memainkannya secara kelompok sudah menjadi suatu mahakarya di era modern ini.


  1. Makanan yang khas menjadi teman hidup


            Tidak ada kebosanan dalam melestarikan kebudayaan yang satu ini. Di kota besar seperti Jakarta, nasi pecel lengkap beserta peyeknya masih banyak ditemukan di PKL setempat. Bahkan banyak restoran yang meracik makanan tradisional Indonesia menjadi hidangan yang kaya akan rasa seperti gudeg krecek, rendang sapi kering, batok lada merah dan banyak lagi jenis lainnya.



  1. Kemacetan merupakan ciri khas perkotaan


            Kurang sabar apa rakyat Indonesia yang ibukotanya dinobatkan sebagai kota termacet di Indonesia? Kemacetan sudah menjadi bukti bahwa rakyat Indonesia sabar-sabar orangnya.



  1. Gotong royong tidak selalu bersama tetangga membersihkan kompleks rumah, namun bisa dengan berbagi takjil di saat macet.

Satu-satunya gotong royong yang hanya bisa dilakukan di daerah perkotaan dengan ciri khas kemacetannya.












Saturday, March 8, 2014

Entah Kenapa

        Hallo... Selamat pagi, siang, maupun malam bagi para pembaca blog ini.

        Akhir-akhir ini aku liat banyak juga yg sudah mulai aktif dalam dunia per-blogan. Ada yang nge-blog cuma buat untuk mengisi waktu luang; biasanya blognya nih jarang update jadi isinya tuh itu-itu aja (mungkin waktu luangnya dikit kali), ada yang buat curhat; biasanya sih adminnya nih perempuan jadi isinya gk seberapa padet (karena cuma nulis klo lagi bete atau sedih aja), dan ada juga yang buat cari uang; ini tipe blog yang bahaya banget. Sebenarnya artikelnya gk banyak-banyak banget, tapi di belakang layar adsense-nya sudah nungguin kita untuk di-klik. Dari adsense yg bisa naik turun, kanan-kiri sampai adsense yang gk mati-mati (karena pop up).

         Aku pikir-pikir kalo cuma liat doang gk sreg rasanya, jadi aku buat deh blog ini. Nah sebagai artikel pertama, aku akan menjelaskan “Entah kenapa blog ini dibuat”, “Entah kenapa kok artikel kaya gini yang dibuat”, dan “Entah kenapa kalian harus selalu ngikutin pembuatan blog ini.”

1.      “Entah kenapa blog ini dibuat”
      Dimulai dari perasaan kecewa, otak yang kacau, wajah yang rusau, sampai tuntutan teman yang galau (karena aku dikenal pinter nulis di sekolah) aku jadi mempunyai ide untuk membuat “garis besar”  blog ini.
     benergaksih.blogspot.com  akan membahas “galau logic” dan “bete logic” yang beneran terjadi di dunia ini. Kedua hal ini akan menjadi pondasi ciri khas blog aku sekaligus menjadi singgungan artikel aku. Buat yang gk tahu tentang dua hal ini coba aku jelasin lebih dulu.
    “Galau logic” dan “bete logic” merupakan rasa galau yang sudah disaring, diolah dan dibumbui dengan expert, sehingga menjadi sebuah logika bodoh yang tidak bisa dibantah keberadaannya. Contoh aja nih, “kenapa sih kok para cowok beranggapan kalo cewek itu susah dimengerti, tapi di lain pihak para cewek beranggapan kalo cowok itu gak peka.” atau kasus lain “kenapa sih kok film Indonesia itu alurnya sama semua, padahal itu kan film bukan sinetron, sutradaranya juga untuk film bukan sinetron, temanya jelas bukan yang hamil sambil ketabrak mobil, apa mungkin karena aktornya itu menggunakan aktor sinetron kali ya? Emang pernah denger ‘Kru film Suster Keramas sambil Ngesot mengadakan casting di gedung Graha Pena lantai 2.’ gk pernah kan?  ”

    Nah masuk akal juga kan? Selain itu di setiap akhir post, aku akan selalu memberikan “benang merah” atau kesimpulan kenapa kok terjadi kegalauan dalam hal itu. Jadi stay tune aja deh buat melihat “kebodohan aktual” post-post aku.

2.      “Entah kenapa kok artikel kaya gini yang dibuat”
     Selain yang sudah aku bilang di atas tadi, motivasiku membuat artikel kaya gini adalah permintaan teman-teman aku dan keprihatinan atas dasar imajinasi tak terbatas. Maksudnya? Gini gini.. aku ambil contoh deh dari kasus “cowok dan cewek” di atas tadi. Gimana klo misalnya semua pasangan di dunia terutama pasangan remaja yang masih ababil berpikir seperti itu semua? Masih untung juga gk nge-chat seminggu, untung juga klo pagi masih gk makan nasi tapi klo malam menangisi diri, atau dibalik klo malam masih gk minum susu tapi klo pagi meratapi kasur. Iya basah dengan airmata.
      Demi menghindari masalah tersebut, aku coba deh memutar otak dan melihat fakta dibalik layar. Mencari “benang merah”dan menyimpulkan kebodohan apa yang telah kita buat. Menggunakan imajinasi dan melihat sekali lagi.Iya, melihat jalan sinar di background kekelaman.

3.      “Entah kenapa kalian harus selalu ngikutin pembuatan blog ini.”
       Bayangin aja klo YKS gk ada penontonnya, masa mau tuh Billy absurd goyang sendirian di depan panggung. Kerjaannya yg gk jelas itu menjadi jelas soalnya banyak yang ngikutin ke-absurdtannya. Logika yg sama. Aku juga butuh orang-orang yang kritis, pembaca biasa, maupun yg cuma numpang lewat untuk membaca sedikit cerita yang absurd ini. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi pengikut mungkin sesuatu yang aku harapkan di samping tujuanku membuat blog ini.
Dan emang kalo suka tinggal comment aja. Comment yang terbuka dan no sara. Aku yakin lama-kelamaan “newbie comment” di dunia digital Indonesia sudah mulai berkembang menjadi “wise comment”. Dan emang kalo request tema tinggal comment aja

. It’s me. Special dedication for everyone, because everyone is special.